Semakin hari, kita semakin disibukkan dengan berbagai macam kegiatan untuk mempersiapkan masa depan, hingga terkadang kita lupa untuk menikmati masa sekarang, masa terakhir di SMA.
ini sebenernya note to self sih.
Menurut KBBI;
rantau » me.ran.tau
- v berlayar (mencari penghidupan) di sepanjang rantau (dari satu sungai ke sungai lain dan sebagainya)
- v pergi ke pantai (pesisir); pergi ke negeri lain (untuk mencari penghidupan, ilmu, dan sebagainya)
yang artinya, nanti kita akan terpisah kan? terpisah dengan apa yang biasa kita temui tiap harinya, dan akan memulai lembar baru untuk melukiskan hal hal baru dengan orang yang baru pula.
Bisa jadi, nggak semua orang yang "garis kehidupan"-nya sedang bersinggungan dengan kita saat ini akan tetap "bersinggungan" setelah berpisah nantinya. Mungkin sebagian akan masih bersua dengan kita, tapi bisa jadi rasanya sudah beda. engga senyaman sekarang yang kalau ada apa-apa tinggal chat dan main kerumahnya, atau bahkan tertawa bersama dikelas, dan duduk duduk di masjid sambil menunggu adzan di surau sekolah.
Im sooo excited! I cant wait to face this moment. But, what would I do if I miss all the things that I have right now???.
Bersyukur.
Alhamdulillah Ya Allah, You gave me all these chances for me to gather with my family, my friends, and everyone who already support me.
These days, when I was scrolling down trough my social media, I found some people posting either a photo or article which remind me not to forget to be grateful for what I AM NOW.
I wont be here, I wont be able to see the world I live now if only Allah doesnt permitted me to be here and to feel this amusing life, and also my family and my bestfriends who always support me facing this life.
I know it sounds awkward.
Bersyukur, bersyukur, bersyukur.
Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk nge blog, masih diberi kesempatan untuk belajar, diberi kesempatan untuk berkumpul dengan orang yang disayang, diberi kesempatan untuk menimba ilmu dengan baik dan benar.
Seperti apa yang difirmankan dalam surat Ar-Rahman yang diulang berkali kali,
"Maka nikmat TuhanMu manakah yang engkau dustakan?"
Alhamdulillah, terimakasih ya Allah.

0 komentar:
Posting Komentar